Mengenal Sistem Kerja AC Sentral dan Cara Perawatanya

Service AC JogjaBlog1 Comment

Perawatan AC Sentral

Sistem Kerja AC Sentral – Sudah menjadi kewajiban bagi setiap rumah untuk merawat dan membersihkan AC agar selalu fresh dan nikmat saat berada di dalam ruangan.

Umumnya rumah yang memiliki AC akan merawat dan membersihkan AC setiap 2 atau 3 bulan sekali. Perawatan AC bisa dikatakan gampang dan tidak memerlukan biaya yang cukup mahal.

Coba Anda bandingkan dengan rumah yang memiliki AC yang tidak dirawat. Tentu udara yang berada di ruagan tersebut terasa bau dan pengap. Bahkan bisa menyebabkan pusing yang berkelanjutan.

Tentu hal yang semacam ini tidak Anda inginkan bukan? Sebelum Anda menggunakan jasa service untuk merawat dan membersihkan AC di pabrik atau mall. Ada baiknya tahu dulu sistem perawatan AC agar Anda tidak dibohongi oleh jasa service AC.

Umumnya market atau mall menggunakan AC sentral sebagai pendingin udara ruang. Jenis AC semacam ini dikenal dengan AC Sentra Ruangan.

Sistem Air Conditioner (AC) Sentral adalah suatu sistem AC dimana proses pendingin udaranya terpusat pada satu tempat dan kemudian ditransferkan atau alirkan ke semua ruangan yang terhubung.

Sederhananya satu AC ukuran besar bisa dipakai untuk semua ruangan yang terhubung. AC sentral ini pada umumnya terletak di outdoor. Karena suara mesinnya sangat mengganggu telinga.

AC sentral memiliki 8 komponen utama Diantaranya adalah Chiller atau bagian pendingin, Air Handling Unit (AHU) atau bagian pengatur udara, Cooling Tower, sistem pemipaan atau bagain distribusi, ducting atau bagian saluran udara, system control & kelistrikan.

Di bawah ini akan kami coba jelaskan bagian-bagian dari AC sentral dan cara merawatnya.

1.Chiller (Unit Pendingin)

Skema Chiller

fawwazservice.blogspot.com

Chiller atau Unit Pendingin merupakan mesin yang berfungsi untuk mendinginkan air di bagian evaporator. Air dingin ini yang kemudian dialirkan ke mesin penukar kalor (Fan Coil Unit) sebelum ditransfer ke seluruh ruangan yang terhubung dengan AC sentral.

Jenis Chiller atau Unit Pendingin dibagi berdasarkan model kompresornya,ada 3 diantaranya:

  1. Reciprocating
  2. Screw dan
  3. Centrifugal

Dan jenis Chiller atau Unit Pendingin dibagi berdasarkan kondensornya, ada 2 yaitu:

  1. Air Cooler (Udara Pendingin)
  2. Water Cooler (Pendingin Air)
  3. Air Handling Unit (AHU)

2. Air Handling Unit (AHU)

Air Handling Unit (AHU) adalah mesin pengkonversi kalor dimana udara panas yang berada di ruangan dialirkan melewati coil pendingin lalu digantikan dengan udara dingin. Istilah lain dari Air Handling Unit (AHU) adalah unit pengana udara.

3. Cooling Tower (chiller jenis Water Cooler)

Cooling water adalah komponen AC sentral yang hanya ada untuk jenis kompresor water cooler. Mesin ini berfungsi untuk melewati air panas yang berasal dari filamen cooling tower yang kemudian dihembus oleh udara dengan mesin blower yang memiliki suhu rendah.

4. Pompa Sirkulasi

Pompa sirkulasi pada mesin AC sentral terbagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  1. Chilled Water Pump: adalah jensi pompa sirkulasi air dingi yang berfungsi untuk mengalirkan air dingin yang berasal dari chiller ke koil pendingin (AHU atau FCU).
  2. Condensor Water Pump adalah jenis pompa sirkulasi yang berfungsi mengalirkan air pendingin yang berasal dari kondensor chiller ke bagian coolung tower.

Lantas bagaimana cara merawat AC sentral agar udara ruangan kembali fresh? Ada 4 langkah yakni mempersiapkan perawatan mesin, merawat dan memperbaiki mesin Air Conditioner

(AC) Sentral bagian luar, merawat dan memperbaiki mesin Air Conditioner (AC) Sentral sesuai SOP yang berlaku dan mengevaluasi dan memeriksa hasil perawatan.

Pada bagian sistem unit pendingin atau biasa disebut Chiller menerapkan sistem kompresi uap. Sehingga komponen-komponennya terdiri dari kompresor, alat ekspansi dan evaporator (mesin uap).

Karena menggunakan Chiller sebagai unit pendingin maka otomatis tipe kondensornya adalah water cooled condensor. Kemudian iir yang berfungsi mendinginkan kondensor dialirkan melewati pipa dan sehingga menghasilkan output yang dikehendaki secara evaporatif cooling pada unit cooling tower.

Untuk komponen evaporator, apabila sistemnya menggunakan indirect cooling maka fluida yang didinginkan bukan langsung udara akan tetapi air yang melewati sistem pemipaan.

Dan Air yang mengalami pendinginan evaporator (mesin uap) akan dialirkan menuju sistem penangangan udara atau AHU dan berakhir menuju koil pendingin.

5. Komponen Sistem Inderect Cooling

Lantas komponen apa saja yang terdapat di dalam sistem inderect cooling? Jika kita telusuri maka setiap AHU memiliki:

  1. Filter
    Filter merupakan komponen penyaring udara agar kotoran, debu ataupun partikel sejenis tidak masuk ke dalam mesin AC. Sehingga dengan adanya filter ini diharapkan udara yang dihasilkan lebih bersih dari semula.
  1. Centrifugal Fan
    Centrifugal Fan adalah komponen AC sentral yang biasan juga disebut dengan kipas blower sentrifugal. Fungsi dari blower ini adalah mendistribusikan udara yang melewati ducting menuju ruangan yang telah terhubung dengan AC sentral.
  1. Cooler Coil
    Cooler coil atau koil pendingin adalah komponen Ac sentral yang berfungsi menurunkan suhu atau temperatur udara panan menjadi dingin. Coil pendingin ini berupa pendeteksi panas udara.

6. Bagaimana Prinsip Kerja Dari Alat Penanganan Udara Ini?

Prinsip kerja unit penanganan udara ini adalah mengambil atau menyedot udara yang ada di dalam ruangan (return air) yang selanjutnya dicampur (mix) dengan udara segar (fresh air) dari lingkungan berdasarkan komposisi yang dikehendaki.

Dalam artian antara udara ruangan dengan udara lingkungan dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan. Campuran udara ini akan masuk menuju AHU dan melewati filter, fan sentrifugal dan terakhir cooler coil (koil pendingin).

Secara diagram alurnya seperti di bawah ini:

Udara Mixer – AHU – Filter – Centrifugal Fan – Cooler Coil.

Apabila udara telah sampai ke bagian unit cooler coil maka selanjutnya akan didistribusikan secara merata ke ruangan masing-masing dengan melewati unit ducting.

Dan perlu diketahui bahwa ducting ini berfungsi membagi rata udara yang masuk ke setiap ruangan dan mengalirkan udara hingga lokasi yang jauh sekalipun.

Akan tetapi sistem ini memiliki sejumlah kelemahan. Apabila satu komponen saja mengalami kerusakan dan AC sentral mati (off) maka setiap ruangan tidak akan merasakan udara sejuk bahkan menimbulkan bau tak sedap.

Dan jika temperatur udara ruangan terlalu dingin atau panas maka mengaturnya harus ke bagian coil pendingin yang terdapat pada komponen AHU.

Dari uraian singkat kami diatas penerapan AC sentral sangat berbeda dengan AC split. Baik itu penerapan dari segi fungsi maupun dari segi instalasi atau pemasangan.

Akan tetapi AC sentral akan lebih berguna jika dipasang di dalam gedung yang tiap ruangnya tidak memiliki pengatur suhu udara sendiri.

Karena semuanya diatur atau dikontrol pada satu titik dan udara sejuk akan mengalir atau terdistribusi ke masing-masing ruangan melalui pipa-pipa yang terpasang di setiap ruangan.

Jika menginginkan ruangan dengan suhu yang kecil maka pada saat instalasi lubang hawa dinginnya diatur kecil saja.

Sebagai kesimpulan AC sentral hanya bisa diterapkan di gedung besar, mall dan bis ber-AC serta pesawat terbang.

7. Bagaiamana perawatan AC sentral yang benar?

Merawat AC

airconditioningrepairconwayar.com

Perawatan atau maintenance ac sentral yang benar dan sesuai dengan SOP ialah melalui 4 tahapan. Tahap pertama yaitu mempersiapkan perawatan mesin, kemudian merawat dan memperbaiki mesin AC sentral bagian luar.

Ketiga merawat dan memperbaiki mesin ac sentral sesuai ketentuan (SOP) dan terakhir mengevaluasi dan memeriksa (check up) hasil perawatan.

Dari 4 tahapan diatas akan kita jelaskan langkah-langkahnya satu per satu.

1. Mempersiapkan Perawatan Mesin AC

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Lakukanlah semua proses perawatan dan perbaikain sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan (SOP).
  2. Selalu bersifat koordinatif dan koorporatif dengan atas agar membuahkan hasil yan maksimal dan efisien.
  3. Berikan jadwal perawatan, peralatan dan pemeriksaan agar efektif dan waktu yang digunakan tidak terbuang sia-sia.
  4. Alat-alat yang digunakan saat perawatan yaitu: cairan pembersih, lap pembersih, kompresor udara. Ketiga alat ini diurutkan sesuai prosedur perawatan yang telah ditetapkan.
  5. Dipersiksa kembali sebelum digunakan perkakas bongkar pasang dan alat ukur AC agr dapat bekerja sesuai yang dikehendaki.

2. Merawat Dan Memperbaiki Mesin Sentral Di Bagian Luar

  1. Ingat, khusus perawatan mesin pendingin (air cooler) harus dikerjakan sesuai prosesur (SOP) yang telah ditetapkan.
  2. Gambar serta mesin AC bisa dibaca dan dianalisa dengan baik dan teliti.
  3. Untuk debu dan kotoran yang berada di bagian luar bisa dibersihkan dengan cairan pembersih secara hati-hati tanpa merusak bagian dalam mesin.
  4. Untuk alat filter udara, evaporator (mesin uap) dan kondensor serta kompresor dapat dibersihkan setelah diberi cairan disinfectan (pembunuh kuman) dan cairan pempersih.
  5. Untuk bagian yang sulit dibersihkan terutama yang melakat pada dinding penukar kalor dapat dibersihkan dengan cairan kimia sesuai dengan prosedur yang telah tersedia.
  6. Apabila terindikasi pipa mengalami kebocoran maka segera untuk diganti dan langsung diperbaiki.
  7. Kesalahan yang biasa terjadi pada peralatan kerja maka langsung dicari sumber kesalahannya.
  8. Kemudian untuk alat ukur, alat kontrol dan aksesori diperiksa dan lakukan perawatan berkala.

3. Merawat Dan Memperbaiki Mesin AC Sentral Sesuai SOP

  1. Lakukanlah terlebih dahulu pembokaran mesin dengan mengeluarkan mesin refrijeran.
  2. Untuk bagian mesin maka bersihkan dengan metode vakum bagian dalam.
  3. Untuk alat seperti katub ekspansi atau pipa kapiler ekspansi maka bersihkan dengan kompresor udara.
  4. Desican dibersihkan dan diletakkan kembali seperti semula sesuai dengan langkah kerja yang telah ditetapkan.
  5. Kemudian untuk alat seperti nosel pengkabut refrijerran dibersihkan dan dipasang kembali seperti semula dengan hati-hati dan tampa merusak alat lainnya.
  6. Apabila terdapat alat kontrol, alat pengaman listrik dan aksesori lainnya rusak maka segera diganti, dipersiksa dan lakukan perawatan secara berkala.
  7. Lakukan pengadaan pengadaan barang jika suatu saat ada alat yang rusak secara tiba-tiba.
  8. Alat yang telah mengalami kerusakan dan layak diganti maka segera dipasang dengan alat baru tanpa merusak alat lainnya.
  9. Perlu diperhatikan dengan baik untuk refrijen caor dan pelumas agar tidak masuk keb bagian mesin kompresor.
  10. Untuk memastikanbahwa alat telah diperbaiki dengan baik dan benar, maka lakukanlah re-instal untuk mengecek alat apakah sudah dapat digunakan dengan baik atau belum.
  11. Lakukan perawatan AC sentral ini dengan hati-hati dan tidak terburu-buru agar tidak ada lagi pengulangan pekerjaan.
  12. Kerjakan semua pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah disepakati dan kontrak kerja yang ada.

4. Evaluasi dan Mengecek Kembali Hasil Perawatan

  1. Pastikan semua pekerjaan dilakukan dengan profesional dan berkualitas agar tidak perjadi pengulangan pekerjaan.
  2. Apabila terjadi penyimpangan atau masalah yang sedikit saja langsung didiskusikan kepada pimpinan melalui proseur yang berlaku.
  3. Dicatat dan diteliti semua proses kerja dalam buku perawatan mesin AC sentral dan jadawalkan untuk perawatan selanjutnya.
  4. Dan terakhir periksa dengan seksama hasil pekerjaan lagi agar lebih meyakinkan bahwa mesin AC sentral telah benar-benar diperiksa dan diperbaiki.
  5. Laporan kepada pimpinan kerja bahwa pekerjaan telah selesai dilaksankan sesuai prosedur yang berlaku.

Demikian penjelasan tentang cara dan langkah-langkah melakukan perawatan AC sentral. Semoga bisa menjadi bahan referensi yang bermanfaat. Trimakasih

 

Sumber tulisan: https://cvastro.com/

One Comment on “Mengenal Sistem Kerja AC Sentral dan Cara Perawatanya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *