Mengenal Alat Ukur Gaya dan Cara Penggunaannya

Mengenal Alat Ukur Gaya dan Cara Penggunaannya

Alat ukur gaya digunakan untuk mengukur besarnya suatu gaya yang dihasilkan atau dikeluarkan oleh sebuah benda. Adanya gaya menyebabkan benda diam menjadi bergerak, mengubah arah benda, atau mengubah kecepatan gerak benda. Di bumi ada gaya yang secara alami yaitu gaya gravitasi yang menyebabkan benda dapat jatuh ke bawah. Satuan gaya adalah Newton (N), yang diambil dari nama penemunya yaitu Isaac Newton.

Dinamometer sebagai Alat Pengukur Gaya

Ketika kita memberikan gaya (tarikan atau dorongan), belum tentu kita tahu berapa besar gaya yang kita keluarkan. Untuk mengukur besar gaya yang kita keluarkan, maka diperlukan sebuah alat yang disebut dinamometer atau neraca pegas. Jika laboratorium, dinamometer juga digunakan untuk mengukur berat, yaitu gaya berat bukan massa.

Prinsip kerja dinamometer mengikuti hukum Hooke, dimana gaya elastis ini menyebabkan adanya getaran harmonis yang berbanding lurus serta saling berlawanan dengan arah simpangan.

Neraca pegas sebagai alat pengukur gaya gravitasi ini terbuat dari pegas di dalam wadah yang diberi skala. Angka pada skala nantinya akan menunjukkan besarnya gaya yang dikeluarkan benda. Beban akan digantungkan di ujung bawah pegas secara vertikal, kemudian pegas akan memanjang dan besar gaya diketahui melalui skala pada alat.

Berbagai bagian dari dinamometer antara lain gantungan, skala, batang, pengait, pegas, dan penunjuk skala. Ada dua skala pada dinamometer, yaitu  skala N (Newton)  dan kg (gram). Ketika menimbang beban, skala harus diatur pada posisi nol melalui pengatur skala. Kemudian, beban digantungkan pada pengait.

Dinamometer sebagai Alat Pengukur Usaha

Secara ilmu fisika, ketika kita memberikan gaya pada suatu benda, kemudian benda tersebut berpindah dari tempat semula, itulah yang disebut usaha. Namun, jika tidak ada perpindahan benda, maka bisa disimpulkan jika gaya yang dikeluarkan tidak menghasilkan usaha. Misal, gaya yang dikeluarkan saat mendorong tembok.

Pada dasarnya, dinamometer merupakan alat ukur gaya yang dikeluarkan oleh suatu benda. Jika gaya yang dikeluarkan menghasilkan perpindahan (s), maka kejadian tersebut disebut sebagai usaha. Jadi, dinamometer dapat juga digunakan sebagai salah satu alat ukur usaha.

Besar usaha yang dihasilkan bisa diketahui melalui rumus berikut ini.

W = F.s

Keterangan:

  • W : Usaha (Joule)
  • F : Gaya (N)
  • s : Jarak (m)

Dinamometer sebagai Alat Pengukur Daya

Dinamometer

Daya dalam ilmu fisika diartikan sebagai ukuran kecepatan melakukan kerja, yaitu jumlah energi yang dihabiskan per satuan waktu. Mengukur daya, diperlukan nilai perubahan posisi benda dan waktu yang spesifik saat perubahan muncul.

Mengukur dapat dilakukan menggunakan rumus berikut.

P = W/t

Keterangan:

  • P : Daya (Joule/watt)
  • W : Usaha (Joule)
  • t   : Waktu (s)

Berdasarkan rumus tersebut, dinamometer bisa kita gunakan sebagai salah satu alat pengukur daya, yaitu untuk menentukan nilai usaha (W).

Begini Prosedur Penggunaan Dinamometer yang Benar

Penggunaan alat pengukur besar kecilnya gaya atau dinamometer haruslah mengikuti prosedur penggunaannya. Berikut ini beberapa prosedur saat menggunakan dinamometer atau neraca pegas.

Kalibrasi

Proses kalibrasi yaitu membandingkan suatu acuan lokal dengan standar yang berlaku untuk memastikan ketelitian alat ukur, atau menstandarkan  keadaan ukur agar memenuhi pengukuran yang akurat dan mendekati nilai yang betul. Kalibrasi dinamometer dilakukan dengan cara memutar sekrup pada bagian atas dinamometer (tanpa beban) hingga skala menunjukkan nilai nol.

Cara Pengukuran

Cara mengukur gaya suatu benda menggunakan dinamometer sangat mudah, yaitu cukup menggantungkan benda yang ingin diukur pada pengait pada bagian bawah pegas. Kemudian, amati nilai skala yang ditunjukkan pada penunjuk skala.

Cara Membaca

Cara membaca besar gaya benda menggunakan dinamometer sama halnya seperti alat ukur massa jenis, atau mistar yang digunakan sebagai salah satu alat ukur luas.  Yakni dengan melihat angka yang ditunjukkan pada skala. Nilai ketelitian dinamometer berbeda – beda, sehingga hasil pengukuran yang dihasilkan pun berbeda.

Itu dia ulasan tentang alat ukur gaya dinamometer atau neraca pegas. Saat ini anda bisa menemui alat ukur gaya tarik bumi digital yang lebih mudah dalam hal penggunaan dan perawatannya. Tentunya mengukur gaya bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Leave a Comment