pengertian skala likert

Pengertian Skala Likert, Rumus dan Cara Menghitungnya

Ada banyak jenis skala yang bisa digunakan untuk mengukur sebuah data penelitian yang diperlukan. Skala tersebut seperti skala Guttman, Likert, dan Thurstone.

Skala Likert sendiri merupakan salah satu jenis skala pengukuran data kuantitatif. Data tersebut banyak ditemukan pada angket untuk melakukan survei tertentu.

Anda perlu memahami mengenai bentuk skala Likert yang akan digunakan.

Hal tersebut agar Anda tidak kesulitan ketika melakukan proses pengukuran data penelitian menggunakan skala tersebut.

Jika Anda tidak mengenal skala Likert, maka penggunaannya bisa tidak tepat. Sebagai contoh, ketika Anda membutuhkan data yang bersifat pasti maka penggunaan skala Likert tentu tidak akan efektif.

Pengertian Skala Likert

Skala Likert adalah salah satu bentuk skala yang dilakukan untuk mengumpulkan data demi mengetahui atau mengukur data yang bersifat kualitatif.

Data tersebut diperoleh untuk mengetahui pendapat, persepsi, ataupun sikap seseorang terhadap sebuah fenomena yang terjadi.

pengertian skala likert

Ciri khas yang mudah dilihat dari skala Likert adalah adanya 5 pilihan yang akan dijawab oleh responden.

Dari 5 gradasi jawaban tersebut, selanjutnya akan diolah dalam bentuk persentase sebagai penentu hasil penelitian.

Bentuk-Bentuk Skala Likert

Bentuk-bentuk skala Likert cukup beragam tergantung tujuan yang ingin diperoleh oleh peneliti.

Bentuk pertama adalah skala mengenai pendapat yang biasanya pada kertas angket terdiri dari lima pilihan, yaitu Sangat Senang (SS), Senang (S), Netral (N), Tidak Senang (TS), dan Sangat Tidak Senang (STS).

Bentuk lainnya yakni berupa pendapat mengenai persetujuan mengenai sebuah kebijakan atau fenomena yang sedang terjadi.

Jawaban yang harus diisi di antaranya Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu (R), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS).

Langkah  Analisis dan Contohnya

Ada beberapa langkah utama yang harus dilakukan dalam melakukan penelitian menggunakan skala Likert. Berikut langkah analisis beserta contoh yang bisa Anda terapkan.

1. Mengumpulkan Data

Langkah pertama adalah mengumpulkan data yang akan dianalisis dengan cara memberikan angket yang sudah diisi dengan pertanyaan mengenai suatu kondisi atau fenomena sosial.

Pastikan untuk menggunakan sampel yang tepat dengan jumlah responden yang sesuai agar hasil yang diperoleh lebih akurat.

Contoh Pertanyaan

NoPertanyaanSSSRTSSTS
1Adanya pelajaran tambahan yang khusus memberikan ilmu mengenai teknologi.     

 

2. Jumlahkan Seluruh Data

Dari semua data yang sudah terkumpul, Anda bisa mengklasifikasikannya berdasarkan jenis jawaban yang diperoleh.

Misalnya jawaban sangat suka, dikumpulkan dengan responden yang juga menjawab sangat suka. Setelah semua data terkumpul, Anda bisa menjumlahkan masing-masing jawaban.

Contoh Jumlah Data

Pada 100 orang siswa, ditemukan jumlah data sebagai berikut:

Sangat Senang : 30

Senang : 30

Ragu : 5

Tidak Senang : 20

Sangat Tidak Senang : 15

3. Pemberian Bobot

Semua data yang sudah dijumlahkan, tidak bisa langsung diolah. Anda harus memberikan bobot pada masing-masing jawaban.

Misalnya poin atau bobot pada jawaban dari sangat suka, hingga sangat tidak suka adalah 5, 4, 3,  2, dan 1. Setelah jumlah dikalikan dengan bobot, barulah seluruhnya dijumlahkan.

Sangat senang : 30 x 5 = 150

Senang : 30 x 4 = 120

Ragu : 5 x 3 = 15

Tidak Senang : 20 x 2 = 60

Sangat Tidak Senang : 15 x 1 = 15

Total Skor = 360

Untuk mengetahui skor maksimum, maka rumusnya adalah jumlah responden x skor tertinggi.

Sementara untuk mengetahui skor minimum menggunakan rumus jumlah responden x skor terendah. Dari perhitungan ini nantinya akan diperoleh interval penilaian.

Skor maksimum = 100 x 5 = 500

Skor minimum =  100 x 1 = 100

4. Hitung Persentase

Langkah terakhir, untuk mengetahui kesimpulan dari hasil penelitian adalah dengan menghitung persentasenya.

Rumus untuk mengetahui indeks dalam bentuk persen adalah total skor dibagi total skor maksimum dikali 100.

Indeks persentase = 360 : 500 x 100 = 72 %

Sehingga kesimpulan dari penelitian adalah siswa senang dengan pelajaran teknologi di sekolah.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan skala Likert dalam penelitian, maka cara perhitungan dan tujuan penilaian yang diperoleh harus Anda pahami terlebih dahulu.

Hal ini penting untuk menunjang data yang lebih valid sebelum dilakukan evaluasi dan membuat kesimpulan.

Selain itu, efektivitas skala Likert juga sangat dipengaruhi oleh bentuk pertanyaan yang Anda tulis pada angket.

Leave a Comment