belajar rumus lemeshow

Belajar Rumus Lemeshow untuk Menentukan Jumlah Sampel

Pada metode penelitian kuantitatif, sampel yang telah ditetapkan, selanjutnya akan dihitung jumlahnya dengan formula-formula tertentu. Salah satunya yang digunakan adalah rumus Lemeshow. Apakah kegunaan dari rumus tersebut, bagaimanakah cara menghitungnya?

Sebetulnya, ada berbagai rumus ataupun cara yang bisa digunakan dalam jenis penelitian yang mengedepankan akurasi hitungan ini, Lemeshow adalah salah satunya yang akan dibahas kali ini.

Menentukan Jumlah Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi yang dijadikan penelitian dengan harapan mampu mewakili atau menjadi representasi populasi secara general.

Untuk menentukan sampel tersebut, yang dilakukan oleh peneliti adalah teknik sampling.

Agar sampel mampu membantu peneliti dalam melakukan analisis data, maka jumlahnya harus ditentukan dengan beberapa rumus.

Sebelum memperhitungkan jumlahnya, Anda harus memahami terlebih dahulu teknik sampling yang digunakan juga rumus yang disesuaikan dengan cara tersebut.

Terdapat banyak cara yang bisa digunakan dalam penentuan jumlah sampel penelitian yang Anda kerjakan, diantaranya:

1. Rumus Slovin(1960)

n=    N

1+Ne2

Dengan:

belajar rumus slovin

2. Ukuran Sampel Menurut Gay, LR dan Diehl, PL (1992)

Gay, LR dan Diehl, PL (1992) mengatakan bahwa, semakin besar sample diambil, akan semakin merepresentasikan bentuk dan karakter populasi.

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Pada penelitian deskriptif, sampel minimal berukuran 10%
  • Jika penelitiannya adalah korelasi, sampel yang digunakan minimal 30 unit
  • Apabila penelitian adalah perbandingan, rekomendasi ukuran sampel adalah 30 subjek
  • Jika penelitiannya adalah ekperimental berkelompok, ukuran sampel yang direkomendasikan yaitu 15% perkelompok

3. Ukuran Sampel Menurut Wiratna Sujarweni (2008)

Dalam bukunya yang dirilis tahun 2008, Sujarweni berharap bahwa sample dapat mewakili keseluruhan populasi.

Jika populasinya sangat besar, maka bisa digunakan teknik survei sample dan perhitungannya menggunakan rumus slovin.

4. Ukuran Sampel Menurut Jcob Cohen

N=        L

F²+u+1

Dengan:
N=Ukuran sampel
F²=Effect Size
u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
L = Fungsi Power dari u= 0

5. Ukuran Sampel Berdasarkan Proporsi (Tabel Isaac dan Michael)

Tabel Isaac dan Michael akan memudahkan Anda untuk menentukan ukuran sampel, dimana tingkat kesalahan sudah ditentukan sebesar 1%, 5% dan 10%.

6. Formula Cochran, W. G. (1977)

  • Rumus Cochran untuk data kategori

n=z2(p)(q)

e2

Dengan:

n = ukuran sampel yang akan kita cari

z = nilai tabel z atau tabel distribusi normal

p = proporsi kategori dari total seluruh kategori. Nilainya berupa nilai desimal antara 0-1, misal 0.5, 0.2, dst.

q = proporsi kategori lain

e = margin error

  • Rumus Cochran untuk data kontinyu

n=z2 s2

e2

Dengan:
n = ukuran sampel yang akan dicari
z = nilai z berdasarkan pada alpha tertentu
s = standard deviasi dari populasi
e = margin error

7. Formula Lemeshow

Berikut penjelasan mengenai rumus Lemeshow

1. Pengertian Rumus Lemeshow

Rumus Lemeshow adalah rumus yang digunakan untuk mengetahui jumlah sampel. Sampel akan sangat berpengaruh pada representasi populasi dalam sebuah proses penelitian.

Oleh karenanya, penentuan jumlah sampel akan penting diketahui dan dipahami oleh peneliti.

Setiap perhitungan jumlah sampel yang dilakukan akan berdasar pada desain dan metode penelitian yang digunakan.

Hal-hal dalam penelitian tersebut akan saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Untuk itu, dalam penelitian kuantitatif ini, Anda harus menyelesaikan satu persatu langkahnya dengan benar dan teliti.

2. Rumus Lemeshow

pada sebuah penelitian survei, biasanya rumus yang digunakan adalah binomunal proportions. Jika besar populasi (N) diketahui, maka akan digunakan rumus sample cross sectional dan jika N tidak diketahui akan digunakan rumus Lemeshow

  • Rumus sample cross sectional
  • Rumus Lemeshow untuk menentukan ukuran sampel pada populasi yang tidak diketahui

n=Z2(1−P)

d2

Dengan:
n = jumlah sampel yang dicari

z =  nilai tabel normal dengan alpha tertentu

p =  fokus kasus

d = alpha (0.05) atau 5% dari tingkat kepercayaan 95% yang umum digunakan dalam penelitian-penelitian.

Dalam penelitian, sampel akan memiliki peranan penting, dimana mereka akan menjadi penggambaran dari populasi yang diteliti.

Setelah ditentukan cara pengambilan datanya, kemudia jumlah sampel akan dihitung agar data dalam penelitian semakin valid, karena sampel akan mewakili populasi dengan lebih akurat.

Leave a Comment