pengertian photodioda

Sensor Photodioda

Posted on

Sensor photodioda, yang juga disebut dengan dioda foto merupakan komponen atau unsur elektronika yang bisa mengubah cahaya menjadi energi listrik.

Photodioda ini termasuk komponen elektronika aktif dan juga bagian dari keluarga dioda.

Sama seperti dioda pada umumnya, photodioda ini juga memiliki dua kaki terminal, yaitu katoda dan anoda.

Bedanya photodioda memiliki lensa dan filter optik, yang terpasang pada permukaan dan berguna sebagai pendeteksi cahaya.

Pengertian Sensor Photodioda

Sensor photodioda adalah sensor cahaya semikonduktor yang bisa mengubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Komponen elektronika ini bekerja berdasarkan intensitas cahaya yang diterimanya.

Artinya, jika sensor ini terkena cahaya, maka akan bekerja persis seperti dioda pada umumnya.

Sebaliknya, jika tidak terkena cahaya, maka sensor ini akan berperan layaknya resistor, yang mana bisa menghambat aliran arus listrik.

Sensor photodioda juga merupakan jenis sensor dengan sambungan p-n, yang mana kinerjanya dipengaruhi oleh cahaya.

Beberapa jenis cahaya yang bisa dideteksi oleh komponen elektronika adalah:

  • Cahaya matahari
  • Cahaya tampak
  • Inframerah
  • Sinar Ultra-Violet
  • Sinar X
  • Dan lain sebagainya

Kegunaan sensor yang satu ini erat kaitannya dengan teknologi di kehidupan sehar-hari.

Hingga sekarang, sensor photodioda ini telah diaplikasikan ke berbagai peralatan elektronik dan listrik, seperti:

  • Penghitung kendaraan
  • Sensor cahaya kamera
  • Alat-alat medis
  • Scanner Barcode
  • Peralatan keamanan
  • Dan lain sebagainya

Cara Kerja Sensor Photodioda

Seperti yang disebutkan di atas, photodioda terbuat dari bahan semikonduktor p-n, jadi cahaya yang diserap olehnya akan mengakibatkan foton bergerak dan bergesar.

Gerakan dan geseran foton tersebut menghasilkan pasangan elektron -hole pada dua sisi sambungan.

Baca Juga: Pengertian LED

Jadi, ketika elektron yang dihasilkan tersebut masuk ke pita konduksi, maka elektron tersebut akan mengalir ke arah positif sumber tegangan.

cara kerja Sensor Photodioda
samrasyid.com

Sedangkan hole akan mengalir ke arah negatif sumber tegangan, yang memungkinkan arus listrik mengalir dalam rangkaian elektronika.

Dari penjelasan di atas, didapat kesimpulan bahwa semakin besar intensitas cahaya yang diterima oleh photodioda, maka semakin besar pula pasangan elektron dan hole yang dihasilkan.

Sejauh ini, sensor photodioda memiliki tanggapan terbaik jika menyerap cahaya dari inframerah, yaitu di cahaya dengan panjang gelombang 0,9 µm.

Bahan-Bahan Semikonduktor untuk Sensor Photodioda

Untuk bahan-bahan semikonduktor pada sensor tidaklah hanya satu saja, namun setidaknya ada 4 semikonduktor. Adapun beberapa kelebihan setiap bahan sebagai berikut:

  1. Silikon
  • Arus gelap rendah.
  • Berkecepatan tinggi.
  • Sensitivitas terbaik di jarak 800nm-900nm.
  1. Germanium
  • Arus gelap lebih tinggi.
  • Berkecepatan tinggi.
  • Sensitivitas terbaik di jarak 1400nm-1500nm.
  1. Indium Gallium Arsenide Phosphide
  • Mahal.
  • Arus gelap lebih tinggi.
  • Berkecepatan tinggi.
  • Sensitivitas terbaik di jarak 1100nm-1300nm.
  1. Indium Gallium Arsenide
  • Mahal.
  • Arus gelap rendah.
  • Berkecepatan tinggi.
  • Sensitivitas terbaik di jarak 1300nm-1600nm.

Model Pengoperasian Sensor Photodioda

1. Model Photovoltaic

Dalam model photovoltaic, photodioda bisa menghasilkan tegangan yang dapat diukur, seperti sel surya.

Baca Juga: Alat Sensor Cahaya

Namun meskipun begitu, arus dan tegangan listrik yang dihasilkannya sangat kecil, yang mana tidak cukup untuk menyalakan lampu lebih-lebih perangkat elektronik yang lebih kompleks.

2. Model Photoconductive

Dalam model photoconductive ini, photodioda digabungkan dengan sumber tegangan yang dipasang secara bias terbalik.

Jadi, photodioda berfungsi sebagai saklar, yang berguna untuk mengalirkan arus listrik ketika terkena cahaya.

Penjelasan di atas adalah pembahasan tentang sensor photodioda, komponen elektronik yang bisa mengubah cahaya menjadi arus listrik.

Prinsip kerjanya, semakin banyak intensitas cahaya yang diterima, maka semakin besar pula tegangan dan arus listrik yang dihasilkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.