Belajar Hipotesis Penelitian

Belajar Pengertian Hipotesis Penelitian dan Macamnya

Salah satu langkah yang harus dilakukan oleh peneliti dalam sebuah penelitian adalah merumuskan hipotesis penelitian. Hal tersebut merupakan langkah penting sebelum peneliti mulai mengerjakan pertanyaan-pertanyaan yang menarik untuk sebuah penelitian. Berikut ini terdapat beberapa informasi penting mengenai hal tersebut.

Pengertian Hipotesis Penelitian

Hipotesis dalam bahasa sederhana berarti sebagai dugaan sementara, sedangkan secara bahasa hipotesis berasal dari kata “Hypo” dan “Thesis” yang diketahui merupakan dari bahasa Yunani.

Kedua kata tersebut memiliki arti di bawah dan pendirian, ketika digabungkan akan memiliki makna “pendapat yang ditegakkan”.

Apabila diartikan secara bebas, maka hipotesis merupakan sebuah pendapat yang masih belum diketahui kebenarannya atau masih diragukan.

Sedangkan untuk mengetahui dan memastikan kebenaran dari pendapat tersebut, maka Anda harus melakukan sebuah uji kebenaran, yang membuktikan bahwa pendapat tersebut benar atau salah.

Macam-Macam Hipotesis

1. Hipotesis Deskriptif

Jenis hipotesis pertama adalah deskriptif. Hal itu dapat diartikan sebagai dugaan atau pendapat sementara terhadap masalah deskriptif yang berhubungan dengan variabel tunggal atau mandiri.

Contoh hipotesis deskriptif:

Peneliti ingin mengetahui tentang pemakaian boraks pada suatu tempat makan, yaitu Mie Ayam Idola Bandung. Apakah restoran dengan menu utama mie ayam tersebut menggunakan boraks untuk campuran pembuatan mie ayam?

Dengan begitu peneliti dapat membuat rumusan masalah, seperti “Apakah mie ayam di restoran Mie Ayam Idola Bandung mengandung boraks?” Maka dari itu, variable yang digunakan pada penelitian tersebut adalah variabel tunggal, sehingga hipotesis yang digunakan adalah hipotesis deskriptif.

Ho: Mie ayam di restoran Mie Ayam Idola Bandung mengandung boraks.

H1: Mie ayam di restoran Mie Ayam Idola Bandung tidak mengandung boraks.

2. Hipotesis Komparatif

Jenis kedua adalah hipotesis komparatif yang dapat diartikan sebagai dugaan atau pendapat sementara terhadap rumusan masalah. Jenis ini bersifat membandingkan antara dua variabel penelitian.

Contoh hipotesis komparatif:

Seorang peneliti ingin mengetahui bagaimana sikap setia antara penggemar Marc Marquez di bandingkan dengan sikap setia penggemar Valentino Rossi. Apa kedua suporter dari dua pembalap motoGP yang berbeda memiliki tingkat kesetiaan yang sama atau berbeda?

Dari permasalahan di atas, peneliti dapat membuat rumusan masalah, seperti “Apakah penggemar Marc Marquez dan Valentino Rossi memiliki tingkat kesetiaan yang sama? Maka dari itu, variabel yang digunakan adalah variabel jamak, yaitu kesetiaan penggemar Marc Marquez dan kesetiaan penggemar Valentino Rossi.

Lantaran rumusan masalah mempertanyakan terkait perbandingan antara dua variabel yang berbeda, maka dari itu variabel yang digunakan adalah hipotesis komparatif, dan dapat dibuat oleh peneliti sesuai dengan dasar teori, yakni:

Ho: Penggemar Marc Marquez memiliki tingkat kesetiaan yang sama dengan penggemar Valentino Rossi.

Atau

H1: Penggemar Marc Marquez memiliki tingkat kesetiaan yang tidak sama atau berbeda dengan penggemar Valentino Rossi.

3. Hipotesis Asosiatif

Jenis yang terakhir adalah Hipotesis Asosiatif. Hal itu dapat didefinisikan sebagai dugaan atau pendapat sementara terhadap rumusan masalah, yang mempertanyakan tentang hubungan antara dua variabel dalam sebuah penelitian.

Contoh hipotesis asosiatif:

Seorang peneliti ingin mengetahui apakah drama Korea berjudul “School 2015” dapat memengaruhi gaya berpakaian remaja perempuan Indonesia? Maka dari itu, peneliti dapat membuat rumusan masalah dalam penelitian sebagai berikut: “Apakah drama Korea berjudul “School 2015” dapat memengaruhi gaya berpakaian remaja perempuan Indonesia?”

Dalam penelitian ini, variabel yang dapat digunakan adalah variabel jamak, karena berjumlah lebih dari satu yaitu dua variabel. Variabel pertama yaitu drama Korea berjudul “School 2015”, sedangkan variable kedua adalah “gaya berpakaian remaja perempuan Indonesia”.

Disebabkan rumusah masalah mempertanyakan tentang hubungan antara dua variabel, maka dapat dipastikan bahwa hipotesis yang akan digunakan adalah hipotesis jenis asosiatif. Terdapat dua pilihan hipotesis yang dapat digunakan oleh peneliti dalam kasus ini, hipotesis tersebut adalah:

Ho: Drama Korea berjudul “School 2015” dapat memengaruhi gaya berpakaian remaja perempuan Indonesia.

Atau

H1: Drama Korea berjudul “School 2015” tidak memengaruhi gaya berpakaian remaja perempuan Indonesia.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian merupakan pendapat atau dugaan yang bersifat sementara dan belum diketahui kebenarannya. Hipotesis juga terdiri dari tiga jenis, yaitu deskriptif, komparatif dan juga asosiatif.

Leave a Comment