Pengertian, Rumus Daya Listrik Lengkap Beserta Contohnya

Agung P.Komponen ElektronikLeave a Comment

Rumus kelistrikan

Siapa sih yang saat ini tidak menggunakan listrik dalam kehidupan sehari-harinya? Tentunya Anda sudah tidak asing lagi bukan dengan penggunaan listrik untuk memenuhi kebutuhan setiap hari. Anda berbagai macam elektronik yang tersedia di rumah yang memerlukan energi listrik untuk bisa memfungsikannnya.

Tagihan listrik menjadi salah satu hal yang penting dan cukup diperhatikan dalam setiap bulannya. Hal ini berkaitan erat dengan jumlah daya listrik yang digunakan dalam setiap bulannya. Lalu bagaimana cara untuk mengetahui berapa daya listrik yang digunakan?

Namun tahukah Anda apa yang dimaksud dengan daya listrik? Apa rumus daya listrik? Bagaimana cara menghitung daya listrik? Nah oleh karena itu mari simak ulasan berikut ini secara jelas agar Anda lebih mengerti!

Pengertian Daya Listrik

Saat Anda berada dirumah dan memperhatikan barang-barang elektronik dengan cermat, maka sering kali Anda akan menjumpai tulisan misalnya 220 V-300 W. Hal ini sering kali membuat Anda bingung dengan maksud tulisan tersebut. Maksud dari tulisan tersebut adalah apabila diberikan tegangan sebesar 220 v, maka daya listrik yang akan digunakan adalah sebesar 300 Watt.

daya listrik

electricalprojectsaustralia.com.au

Lalu apa yang dimaksud dengan Daya Listrik? Daya listrik yang sering disebut juga dengan istilah Electrical Power merupakan jumlah energi yang digunakan atau diserap dalam sebuah sirkuit rangkaian. Sumber energi yang biasanya berupa tegangan listrik akan menghasilkan daya listrik.

Sementara beban yang terhubung dengan tegangan listrik tersebut akan menyerap daya listrik yang digunakan.

Bisa juga dijelaskan, yang dimaksud daya listrik adalah tingkat konsumsi daya listrik yang diserap oleh sebuah sirkuit atau sebuah rangkaian listrik.

Misalnya sebuah lampu pijar dan setrika. Lampu pijar menyerap daya listrik yang diterimanya kemudian mengubahnya menjadi cahaya. Sementara setrika akan mengubah daya listrik yang diserapnya menjadi panas.

Semakin tinggi nilai Watt yang digunakan maka semakin tinggi pula daya listrik yang dipakai. Hal ini juga erat kaitannya dengan tagihan listrik perbulannya. Semakin tinggi daya listrik yang digunakan maka semakin tinggi pula tagihan biaya listrik bulanannya.

Sedangkan jika pengertian daya listrik dalam konsep usaha, daya listrik merupakan besarnya usaha yang dipakai dalam memindahkan muatan per satuan waktu.

Atau bisa juga merupakan jumlah energi listrik yang digunakan dalam setiap detiknya. Berdasarkan teori ini terdapat rumus daya listrik yang bisa digunakan, yaitu:

P=E/t

Keterangan:

P= Daya Listrik
E= Energi dengan satuan Joule
t= waktu dengan satuan detik

Daya listrik sama dengan energi dengan satuan joule dibagi dengan waktu yang digunakan, dalam hal ini menggunakan satuan detik. Dalam rumus daya listrik, daya listrik dilambangkan dengan huruf “P” yang merupakan singkatan dari Power. Sedangkan satuan Internasional yang dipakai untuk Daya Listrik adalah Watt / W. Watt didapat dari satu joule per detik.

Adapun satuan turunan dari Watt yang sering dijumpai adalah sebagai berikut:

1 miliWatt = 0,001 Watt
1 kiloWatt = 1.000 Watt
1 MegaWatt = 1.000.000 Watt

Rumus Daya Listrik

Untuk bisa mengetahui berapa banyak daya listrik yang diserap oleh sebuah alat elektronik di rumah, Anda bisa menghitungnya dengan menggunakan rumus daya listrik. Rumus daya listrik ini bisa Anda dapatkan dengan menggunakan rumus P=V x I. Dimana P merupakan Daya listrik, V adalah Tegangan listrik yang digunakan dan I adalah adalah arus listrik yang dalam hal ini menggunakan satuan Ampere.

rumus daya listrik

symbol–4.blogspot.com

Anda juga bisa menghitung daya listrik dengan menggunakan hukum hambatan dengan satuan Ohm. Yaitu, P = I2R atau P=V2/R. dimana R merupakan hambatan yang menggunakan satuan Ohm.

P = V x I
P = I2R
P = V2/R

Keterangan :

P = Daya Listrik dengan satuan Watt (W)
V = Tegangan Listrik dengan Satuan Volt (V)
I = Arus Listrik dengan satuan Ampere (A)
R = Hambatan dengan satuan Ohm (Ω)

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa memahami contoh soal di bawah ini.

Contoh Soal Daya Listrik

Sebuah Komputer memerlukan Tegangan 220V dan Arus Listrik sebesar 1,2A untuk mengaktifkannya. Berapakah Daya Listrik yang dikonsumsinya ?
Penyelesaiannya

Diketahui :

V = 220V
I = 1,2A

Ditanya P = ?

Jawaban :

P = V x I
P = 220V x 1,2A
P = 264 Watt

Jadi Televisi LCD tersebut akan mengkonsumsi daya listrik sebesar 264 Watt.

Seperti yang terlihat pada rangkaian dibawah ini hitunglah Daya Listrik yang dikonsumsi oleh Lampu Pijar tersebut. Yang diketahui dalam rangkaian di bawah ini hanya Tegangan dan Hambatan.
(gambar contoh soal)

Penyelesaiannya

Diketahui :

V = 24V
R = 3Ω
P = ?

Jawaban :

P = V2/R
P = 242 / 3
P = 576 / 3
P = 192W

Jadi daya listrik yang dikonsumsi adalah 192W.

Persamaan Rumus Daya Listrik

Dari contoh soal nomor 2 di atas, variabel yang dipakai adalah V untuk tegangan dan R untuk Hambatan. Sehingga rumus Daya listrik yang digunakan adalah P=VI. Namun Anda bisa menggunakan hukum persamaan Ohm yang akan mempermudah hitungan Anda.

Hukum Ohm adalah

V=I x R

Dimana I merupakan arus Listrik dan R adalah Hambatan.

P = V x I
P = (IxR)x I
P = I2R
P = V2/R

Maka rumus persamaan daya listrik dengan menggunakan hukum ohm adalah P = V2/R

Hubungan Horsepower dan Watt

Dalam kehidupan sehari-hari tentunya Anda sering menemukan peralatan listrik yang menggunakan Watt sebagai satuan daya listrik yang digunakan. Akan tetapi ada juga peralatan listrik lainnya yang menggunakan satuan Horsepower atau hp. Satuan ini dapat dikonversikan ke dalam satuan Watt yaitu 1 hp sama dengan 746 watt.

Nah itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian, rumus daya listrik dan beberapa contoh kasus yang biasa terjadi. Semoga informasi di atas bisa membantu Anda. Dengan mengetahui berapa jumlah daya listrik yang terpakai maka Anda sebaiknya melakukan penghematan penggunaan daya listrik yang digunakan setiap bulannya agar tagihan listrik Anda tidak membengkak.

Artikel Terkait: 

Semakin sedikit daya listrik yang Anda pakai, maka semakin hemat pula biaya pengeluaran Anda untuk membayar tagihan listrik. Dan sisa uangnya bisa Anda kalkulasikan ke kebutuhan lainnya. Atau bisa juga Anda tabung agar memiliki investasi tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *