Cara Menghitung Tagihan Listrik Harian dan Bulanan – Tarif Terbaru

Cara Menghitung Tagihan Listrik Harian dan Bulanan – Tarif Terbaru

Dengan mengganti sebuah perangkat elektronik di rumah, biasanya akan ada perubahan tarif listrik. Anda rasakan secara langsung, atau pun baru menyadarinya ketika datang saat membayar tagihan listrik. Nah, untuk Anda pengguna listrik pasca bayar, sudah jadi kewajiban bahwa Anda harus tahu cara menghitung tarif listrik.

Kenapa Harus Menghitung Tagihan Listrik Sendiri?

Tentunya, selain bisa menjadi pagar untuk Anda agar menggunakan elektronik secara lebih bijak, menghitung tagihan listrik dapat membuat anggaran pengeluaran lebih tertata. Kita paham betul bahwa tagihan listrik adalah salah satu pengeluaran bulanan yang wajib dibayarkan. Selain menghitung tagihanya bisa juga menggunakan alat penghemat listrik untuk mengurangi beban biaya bulanan yang harus dikeluarkan.

Dengan pengetahuan mengetahui dan menghitung tagihan listrik secara presisi, Anda bisa lebih tenang setiap bulannya. Pun, cara menghitung tagihan listrik dari meteran yang kami bagikan tidak begitu sulit untuk Anda coba praktikkan sendiri. Paling tidak, pengetahuan ini bisa membantu anda menghitung biaya hidup sebulan.

Istilah Satuan Energi Listrik

meteran listrik
Suarabali.com

Informasi yang tidak kalah penting adalah mengetahui istilah-istilah yang biasanya muncul ketika membahas tagihan listrik. Berikut ini adalah beberapa satuan energi listrik yang biasanya dipakai di Indonesia:

  1. P (Power) = Watt = Hitungan daya untuk sebuah perangkat elektronik
  2. I (Intensity) = Ampere = Besaran listrik yang dihasilkan oleh sebuah perangkat elektronik
  3. V (Voltage) = Volt = Tegangan yang diperlukan untuk sebuah perangkat elektronik beroperasi
  4. E (Energy) = Watt Hour = Besaran daya sebuah perangkat elektronik dalam kurun waktu pemakaian 1 jam

Kalau Anda teliti melihat tagihan listrik bulanan yang Anda dapatkan, akan terlihat bahwa detil tagihan yang harus kita bayarkan kepada PLN adalah total Watt Hour atau Kilo Watt Hour (Kwh) dengan satuan 1000.

Rumus dan Cara Menghitung Tarif Listrik Paling Lengkap

Tarif dasar listrik Anda tentunya berbeda dengan tetangga, bila Anda menggunakan listrik 1300 VA, tentunya tarif dasar listriknya berbeda dengan rumah yang menggunakan listrik 900 VA. Dengan biaya beban listrik 1300 dan 2200 yang berbeda, pastikan Anda tidak boleh salah menghitung karena dapat berpengaruh terhadap estimasi pemakaian listrik Anda.

Jadi, salah satu rumus daya listrik bulanan adalah mengetahui harga per kwh instalasi listrik rumah Anda. Langsung saja, di bawah ini adalah langkah mudah untuk Anda ikuti untuk menghitung tagihan listrik.

Langkah 1 – Lihat Tarif Dasar Listrik 2019 Rumah Anda

Cari tahu lebih dulu golongan listrik yang Anda gunakan, beberapa golongan listrik yang lumrah di Indonesia adalah:

  1. 900 VA
  2. 1300 VA
  3. 2200 VA
  4. 3300 VA
  5. 4400 VA
  6. 5500 VA
  7. 6600 VA

Setiap golongan listrik yang Anda gunakan akan berbeda tarif dasar penggunaan listriknya. Contoh, untuk listrik 900 VA, tarifnya adalah Rp 1.352 per Kwh. Untuk listrik 1300 VA sampai 5500 VA, tarifnya adalah 1.467,28 per Kwh (harga di atas juga berpengaruh untuk biaya beban listrik 900 watt 2019).

Langkah 2 – Data Perangkat Elektronik Rumah yang Digunakan

Lihat perangkat elektronik di rumah Anda yang membutuhkan listrik dengan pemakaian yang rutin. Saran kami,  jangan abaikan pemakaian listrik dari peralatan elektronik yang terbilang kecil. Misalnya saja seperti penggunaan lampu, kipas angin, penyedot debu, dan lainnya. Hitung dan data seluruh perabotan rumah Anda tanpa terkecuali.

Setelah Anda mencatat perangkat elektroniknya, cari tahu seberapa sering pemakaian alat tersebut. Tidak perlu presisi, yang terpenting adalah mengetahui perangkat apa saja yang hidup dan digunakan setiap hari.

Langkah 3 – Estimasi Penggunaan Listrik Setiap Perangkat

cara menghitung tarif listrik sendiri
tagelectricians.com

Setelah semua ada datanya, Anda sudah bisa mengestimasikan penggunaan tarif listrik setiap bulan dengan cara berikut:

  1. 10 lampu daya 40 watt, hidup dari jam 4 sore sampai jam 7 pagi (15 jam non stop).  Jadi, total daya dari lampu dalam satu hari adalah 7 x 300 watt x 15 jam = 500 watt.
  2. 1 kulkas daya 400 watt, hidup 24 jam non stop. Jadi, total daya dari kulkas dalam satu hari adalah 1 x 400 watt x 24 jam = 600 watt.
  3. 1 rice cooker daya 400 watt, hidup dari jam 5 pagi sampai jam 5 sore (15 jam non stop). Jadi,total daya dari rice cooker dalam satu hari adalah 1 x 250 watt x 12 jam = 000 watt.
  4. 1 LED TV 30 inci daya 60 watt, hidup lima jam sehari. Jadi,total daya dalam sehari adalah 60 x 5 jam = 300 watt.
  5. 2 unit AC 1 PK daya 1000 watt hidup dari jam 8 malam sampai jam 5 pagi (12 jam non stop). Jadi,total daya dari AC dalam satu hari adalah 2 x 1000 watt x 12 jam = 000 watt.

Langkah 4 – Cara Menghitung Tarif Listrik

Setelah semua komponen elektronik Anda hitung, Anda bisa menyimpulkan penggunaan tarif listrik dengan cara menghitung keseluruhan komponen. Anda bisa langsung menghitung total penggunaan dengan menambahkan daya listrik yang dipakai, sebagai contoh:

4.000 watt + 300 watt + 1.500 watt + 3.000 watt + 3.000 watt + 9.600 watt = 21.400 watt dalam sehari.

Setelah Anda mendapatkan angka tersebut, silakan bagi 1000, contoh:

21.400 watt : 1000 = 21,4 Kwh.

Setelah mendapat angka 21,4 Kwh, Anda bisa langsung mengalikan dengan golongan listrik yang Anda gunakan. Misal, Anda menggunakan listrik 4400 VA, maka tarif listrik per Kwh adalah 1.467,26. Jadi, tarif listrik dalam sehari rumah Anda adalah:

21,4 Kwh x Rp 1.467,26 = Rp 31.339,364.

Angka di atas adalah biaya listrik harian Anda, untuk dapat menghitung tarif listrik per bulan, silakan kali 30, contoh:

Rp 31.339,364 x 30 hari = Rp 941.980,92.

Selamat, Anda sudah mengetahui bagaimana cara menghitung tarif listrik harian dan bulanan dengan jelas dan presisi. Cara menghitung tagihan listrik berdasarkan stand meter juga bisa Anda lakukan dengan langkah di atas (kurang lebih, langkah dan penerapannya tidak jauh berbeda).

Leave a Comment